Ziarah Siswa Rohani Katolik SMKN 27 Jakarta: Merenungi Kisah Pengorbanan Yesus Lewat Ibadah Jalan Salib

by -12 Views
Ibadah jalan salib siswa Rohani Katolik SMKN 27 Jakarta, Rabu, (11/3/2026)

JAKARTA, RATIMNEWS.COM – Dalam rangka mengisi masa Prapaskah, 12 siswa Rohani Katolik SMKN 27 Jakarta mengadakan ziarah rohani ke Gua Maria Kanada pada Rabu, 11 Maret 2026.

Kegiatan ziarah ini didampingi oleh Bapak Felismino Martins dan ini menjadi momen refleksi iman yang mendalam bagi para peserta.

Ziarah diawali dengan pelaksanaan Jalan Salib. Sebuah devosi yang mengajak umat Katolik mengenang penderitaan Yesus Kristus.

Jalur yang dilalui cukup menantang karena berbukit dan dikelilingi pepohonan lebat. Namun demikian, kondisi tersebut justru memperkuat suasana kontemplatif dan membuat setiap perhentian terasa lebih bermakna.

Setelah menyelesaikan Jalan Salib, para siswa melanjutkan dengan doa Rosario bersama di area Gua Maria.

Doa yang dipanjatkan mencerminkan harapan, rasa syukur dan kerinduan untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Ziarah Rohani: Momen Refleksi dan Menimba Inspirasi Iman

Ketua Rohani Katolik, Tabitha Keitlyn Agly Putri mengaku sangat terkesan dengan pengalaman ziarah ini.

Ia menggambarkan perjalanan Jalan Salib sebagai pengalaman yang menyentuh hati.

“Meski jalannya cukup melelahkan, suasana alam yang hijau dan tenang membuat saya lebih fokus merenungkan penderitaan Yesus. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.

Salah satu peserta lainnya, Karenina Widya Ningrum atau Kharen menyampaikan bahwa kegiatan ini semakin meneguhkan imannya.

Ia merasa terinspirasi oleh keteladanan Yesus dalam melayani hingga rela menderita di salib. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk lebih aktif melayani di lingkungan gerejanya, Paroki St. Yohanes Don Bosco di Sunter, Jakarta Utara.

“Ziarah ini benar-benar memberi saya pengalaman iman yang mendalam. Saat mengikuti Jalan Salib, saya merasakan bagaimana Yesus begitu setia dalam mewartakan Injil hingga rela menderita di kayu salib. Itu menjadi pengingat bagi saya untuk tidak mudah menyerah dalam melayani. Saya jadi lebih termotivasi untuk mengimani Yesus dengan lebih kokoh dan berusaha menerapkan kasih dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat melayani di paroki saya, Paroki St. Yohanes Don Bosco, Sunter. Kebersamaan dengan teman-teman juga membuat ziarah ini semakin bermakna dan tidak terlupakan.”

Kegiatan ziarah kemudian ditutup dengan makan bersama yang penuh keakraban. Setelah itu, seluruh peserta kembali ke Jakarta menggunakan kereta pada pukul 14.00 WIB.

Ziarah ini tidak hanya menjadi perjalanan fisik saja tetapi juga perjalanan spiritual yang memperkaya iman para siswa. Moment ini juga sekaligus mempererat kebersamaan dalam komunitas Rohani Katolik SMKN 27 Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *