BELU, RATIMNEWS.COM – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Belu menyatakan keprihatinan mendalam atas perkembangan kasus Romo Marianius Yulius Knaofmone, Pr (Romo Marley) yang kini dinilai telah bergeser menjadi serangan personal dan tuduhan tidak berdasar terhadap Yang Mulia Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr.
Ketua Pemuda Katolik Belu, Yohanes Donbosco Bere Loe menegaskan bahwa pihaknya memberikan apresiasi dan penghormatan kepada Uskup Atambua yang telah mengambil langkah cepat dan tegas sesuai Hukum Kanonik dalam menangani kasus tersebut.
Pemuda Katolik Belu menilai bahwa kasus Romo Marley merupakan persoalan serius yang harus diselesaikan secara adil, transparan dan bermartabat. Namun demikian, persoalan tersebut tidak boleh dialihkan dengan menyerang pribadi Uskup sebagai gembala Gereja lokal.
“Serangan personal dan pelabelan negatif terhadap Uskup dinilai sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang mengaburkan substansi persoalan.” Tegas Bosco
Lebih lanjut Bosco menjelaskan “Pemuda Katolik Belu juga menolak keras berbagai bentuk fitnah, tuduhan tidak berdasar serta opini menyesatkan yang disebarkan di ruang publik dan media sosial. Kritik yang sehat adalah bagian dari kedewasaan iman, tetapi serangan personal bukanlah jalan kebenaran.” Ungkapnya.
Ketua Bosco menerangkan bahwa Pemuda Katolik Belu telah menyatakan sikap atas dinamika kasus ini yang ramai dibicarakan.
“Dalam pernyataan Kita sebagai organisai Pemuda Katolik Belu menegaskan keberpihakan kita pada keadilan dan perlindungan korban. Penyelesaian kasus harus berpijak pada hukum dan mekanisme Gereja yang sah. Bukan pada tekanan opini atau politisasi kepentingan tertentu. Hak dan martabat korban harus dijaga sepenuhnya.” Jelas Bosco
“Selain itu, Pemuda Katolik Belu mengingatkan bahwa serangan terhadap Uskup dapat melukai persatuan umat dan merusak wibawa Gereja. Karena itu, kita menolak segala upaya provokasi dan politisasi kasus Gereja yang berpotensi mengadu domba umat dengan hierarki Gereja.” Tambahnya
Lebih lanjut Bosco mengajak seluh umat terutama kaum muda Katolik untuk kritis dalam menerima dan menyebarkan narasi dari dinamika kasus ini.
“Pemuda Katolik Belu mengajak seluruh umat khususnya kaum muda Katolik untuk tetap tenang, kritis dan tidak menyebarkan narasi kebencian serta fitnah. Doa, membangun dialog yang bijak dan kejujuran iman harus dikedepankan.” Katanya
Secara organisatoris, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Belu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus ini serta menolak segala bentuk penyerangan terhadap pribadi Yang Mulia Uskup Atambua.
“Kita akan terus kawal kasus ini. Dan yang perlu dicatat bahwa Pemuda katolik Belu terus berada dalam baris kesetiaan kepada Gereja yang terus berusaha untuk berjalan bersama di jalan kebenaran, keadilan dan kasih.” Tegas Ketua Pemuda Katolik Belu dalam pernyataan penutupnya.





